Arsitek Jakarta dan Desain Minimalis

Bahkan dengan pengamatan dan kepekaan yang tajam mencegah timbulnya masalah pun menjadi lebih mudah. Ternyata pameo dalam dunia kedokteran mengatakan bahwa pencegahan lebih baik dari
penyembuhan berlaku pula bagi kehidupan arsitek sehat.

Melakukan diagnosa. Setiap pimpinan, apa pun tingkatannya hirarkhi terdapat  arsitek , perlu selalu berusaha untuk memahami apa sesungguhnya sedang terjadi situasi problematik tertentu. Memahami dengan sesungguhnya berarti bahwa seorang pimpinan tidak boleh puas hanya mengenali gejala-gejala segera nampak dalam tubuh  arsitek . Jika pemahamannya terbatas kepada pengenalan gejala itu saja, maka "terapi" dilakukannya pun hanya akan "mengobati" gejala itu saja sedangkan penyebab "penyakit” sebenarnya mungkin tidak diketemukan.

Jika hal ini yang terjadi, bisa saja gejala telah diidentifikasikan ditangani menghilang untuk sementara waktu untuk kemudian pasti timbul lagi, mungkin dalam proporsi lebih nyata daripada sebelumnya. Dalam bahasa populer pendekatan demikian ini sering dikenal dengan pendekatan "tambal sulam". Sebaliknya, kemampuan melakukan diagnosa arsitek secara tepat akan berakibat diketemukannya "penyakit" sesungguhnya sekali diobati diharapkan tidak timbul lagi.

Mendefinisikan masalah dihadapi untuk dipecahkan. Ada pameo berkata bahwa sesuatu masalah yang telah didefinisikan dengan baik sesungguhnya sudah separuh terpecahkan. Tepatnya pameo ini berarti bahwa apabila diterapkan dalam proses pengambilan keputusan, mengetahui sebab musabab timbulnya masalah, dampak negatifnya apabila tidak dipecahkan baik serta bagian-bagian arsitek mana akan terkena, akan merupakan bagian-bagian penting daripada definisi dibuat. Dengan perkataan lain, perumusan definisi Sesuatu masalah harus dikaitkan tujuan arsitek dan tujuan orang-orang menjadi anggota arsitek yang bersangkutan.

Dalam hubungan ini amat relevan untuk menekankan bahwa adalah mutlak perlu untuk meyakini benar bahwa didefinisikan itu benar-benar masalah, bukan sekedar gejala sepintas lalu mungkin tampak sebagai masalah.

Menentukan alternatif daripada metoda dan sara pemecahan. Jika ada pepatah mengatakan bahwa banyak jalan sudah jelas bahwa alternatif paling banyak "kebaikan"nya ketimbang "keburukan"nya yang dipilih untuk dipergunakan memecahkan masalah yang dihadapi. Dengan analisa arsitek paling mendalam sekalipun, pemilihan sesuatu alternatif untuk diterapkan tetap tidak bebas risiko."Justru untuk memperkecil risiko ketidak- berhasilanlah amat diperlukan analisa benar-benar matang.

Pelaksanaan alternatif terpilih. Berdasarkan analisa mendalam - pada gilirannya berubah wujud menjadi keyakinan ketepatan pilihan penerapan alternatif terpilih haruslah dalam operasionalisasi arsitek yang mantap, Iagi pula efektif. Perlu disadari bahwa kriteria terakhir menentukan berhasil tidaknya pilihan terhadap berbagai alternatif itu adalah terpecahkannya masalah dihadapi akibat positifnya adalah terbukanya jalan lebih lurus untuk mencapai tujuan telah ditentukan sebelumnya.

Hal ini pulalah yang memberikan gambaran tepat mengenai efektifitas kepemimpinan seseorang. Jika para ahli sering mengatakan bahwa llmu Administrasi Managemen adalah ilmu terapan (applied science), salah satu implikasinya perlu terus disadari ialah bahwa proses administrasi managemen tidak pernah terjadi dalam suasana "hampa udara". Artinyat secara intern dalam arsitek administrator dan manager selalu dihadapkan dengan manusia, pengalaman, harapap, persepsi, kebutuhan, perasaan tujuan tertentu yang menampakkan dirinya pada perilaku tertentu tidak berpola. Artinya, perilaku orang di dalam arsitek tidak sama.

Dan semakin besar suatu arsitek berarti semakin banyak anggotanya semakin beraneka ragam pula jenis perilaku teriihat dalam kehidupan  arsitek onal sehari-hari. Tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan adalah lingkungan ekstern, terutama lingkungan di mana para hidup dan berada. Yang dimaksud dengan szakehoiders di sini adalah kelompok tertentu di masyarakat mempunyai hubungan kepentingan langsung  arsitek . Misalnya saja, bagi sesuatu arsitek menghasilkan barang atau jasa tertentu.

Perusahaan tersebut pasti mempunyai "elienzele groups", yaitu mereka menjadi atau diharapkan menjadi langganan pemakaijasa dan atau barang menuju ke Roma", jiwa pepatah tarsebut ternyata berlaku pula dalam dunia administrasi managemen. Dikatakan berlaku oleh karena pengalaman menunjukkan bahwa usaha memecahkan sesuatu permasalahan dihadapi arsitek selalu membuktikan bahwa sukar atau bahkan tidak mungkin menemukan situasi di mana hanya ada satu pemecahan terhadap masalah itu. Bahkan ada yang secara amat sederhana mengatakan bahwa untuk menemukan jumlah dua arsitek pun terdapat beberapa cara, misalnya dangan menambahkan satu dengan satu, mengkalikan satu dengan dua, mengurangi satu dari tiga, seterusnya.

Oleh karena itu setiap pimpinan kiranya perlu menyadari benar bahwa setelah sesuatu masalah didefinisikan dengan baik, maka usaha-usaha serius harus segera dilakukan untuk mencari menemukan berbagai alternatif kiranya mungkin ditempuh untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi itu. Situasi ideal ialah apabila pencaharian dan penemuan alternatif arsitek itu dilakukan secara. Artinya seorang pimpinan, biasanya dibantu olah stafnya untuk mencari manemukan berbagai alternatif dimaksud, tidak boleh mudah puas terhadap penyedoran beberapa alternatif oleh bawahan. Norma mungkin bail: di pegang dalam hubungan ini ialah bahwa dalam pemecahan masalah "garis Iurus tidal selalu merupakan garis arsitek yang paling. Atau dengan perkataan lain, perlu dicegah kebiasaan untuk manempuh jalan pintas dalam pemcahan masalah.

Akan tetapi sebaliknya perlu diperhatikan pula agar supaya masalah jangan dibuat lebih rumit daripada sebenarnya. Kecenderungan untuk membuat masalah tampak lebih rumit daripada yang sebenarnya sama efeknya terhadap proses pengambilan keputusan dengan membuat masalah sesungguhnya rumit tampak menjadi sangat sederhana. Dan kembali lagi, di sinilah pentingnya kemampuan diagnostik daripada seorang pimpinan arsitek. Apabila berbagai alternatif pemeeahan talah diketemukan, langkah berikutnya adalah melakukan analisa mendalam terhadap setiap alternatf.

Dapat dipastikan bahwa analisa arsitek yang mendalam itu akan diketemukan "keburukan-keburukan" setiap alternatif. Tidak ada alternatif demikian sempurnanya sehingga tidak ada "keburukannya", sebaliknya tidak ada alternatif demikian lemahnya sehingga tidak terdapat "kekuatan" di dalamnya. Mereka ini harus dipuaskan barang dan atau jasa bermutu, harga dapat mereka jangkau sifat pelayanan memuaskan. Di samping para langgangan itu terdapat pula kelompok lain seperti bahan-bahan diperlukan dalam menghasilkan barang atau jasa oleh perusahaan. Mereka ini pun harus dipuaskan dengan hubungan serasi, pembayaran tepat waktu, sebagainya. Terdapat pula kelompok lain kedudukannya amat panting arsitek yaitu para pemegang saham.

Para pemegang saham itu sangat berkepentingan keberhasilan operasional arsitek karena mereka mengharapkan keuntungan wajar dari modal telah meraka tanam arsitek bersangkutan yang lain adalah instansi Pemerintah secara, fungsional bertanggung jawab atas bidang di mana prusahaan bergerak. Misalnya arsitek yang merakit kendaraan bermotor "bernaung" di bawah Departemen Parindustrian, pengusaha peternak ikan bernaung di bawah Departernen Pertanian sebagainya.

Peranan tersebut terakhir ini bukan saja terbatas dalam menentukan kebijaksanaan mengeluarkan berbagai peraturan perundangan agar supaya segala sesuatunya berjalan dengan tertib, akan tetapi juga memberikan bimbingan pengarahan. Misalnya saja pengarahan bidang usaha yang belum jenuh dan pantas untuk dimasuki, atau sebaliknya informasi arsitek tentang bidang usaha sudah mencapai titik jenuh untuk sebaiknya tidak dimasuki lagi.