Denah Rumah Mungil Arsitek

Dalam arsitek harus terdapat suasana keterbukaan sedemikian rupa sehingga satu satuan kerja mengetahui pula apa yang dikerjakan oleh satuan kerja lain, termasuk tantangan dan masalah dihadapinya. Dengan perkataan lain sifat tertutup harus dicegah karena sifat tertutup itu tidak menggairahkan interaksi positif, baik
pada tingkat individual maupun pada tingkat antar satuan kerja. Keadaan yang demikian hanya mungkin terwujud apabila pimpinan arsitek sendiri menunjukkan sifat keterbukaan dalam menjalankan roda organisasi.

Mutlak diperlukan adanya arsitek di dalamnya secara membaku terdapat perumusan misi, tugas pokok, fungsi, kegiatan, status peranan jelas. Apabila tujuan ingin dicapai telah ditetapkan dengan jelas dan kongkrit, maka tujuan itu masih harus dijabarkan secara jelas pula ke misi hendak diemban oleh arsitek sebagai keseluruhan. Selanjutnya misi yang harus diemban masih harus diperinci menjadi tugas pokok harus dilaksanakan oleh satuan-satuan kerja utama dalam organisasi. Pendekatan yang logis akan memberi petunjuk bahwa tugas diperinci lagi menjadi fungsi-fungsi dan fungsi dijabarkan menjadi kegiatan.

 Pendekatan demikian itu akan lebih menjamin bahwa seluruh satuan kerja di arsitek melaksanakan sebagian daripada upaya arsitek sebagai keseluruhan rangka pembagian kerja yang sistematik mantap. Contoh mengenai pendekatan ini adalah suatu Departemen dalam pemerintahan. Dapat dipastikan bahwa suatu Departemen memiliki misi harus diembannya. Misi tersebut diperinci menjadi tugas pokok yang dalam pelaksanaannya merupakan misi dari berbagai Direktorat Jenderal sebagai satuan kerja pelaksana utama di Departemen bersangkutan.

Tugas pokok Direktorat Jenderal yang diperinci menjadi fungsi-fungsi itulah kemudian dipertanggungjawabkan kepada satuan-satuan kerja lebih kecil dalam lingkungan Direktorat Jenderal, yaitu Direktorat. Artinya; fungsi-fungsi Direktorat Jenderal menjadi tugas pokok Direktorat lingkungan Direktorat Jenderal bersangkutan. Kegiatan Direktorat, merupakan penjabaran daripada fungsi-fungsi Direktorat, menjadi fungsi dari Sub- Direktorat, dan demikian seterusnya hingga kepada satuan-satuan kerja paling kecil. Bahkan sampai kepada tugas kewajiban orang-orang dalam satu satuan kerja yang terkecil itu.

NILAI DAN KAIDAH arsitek SEBAGAI BAGIAN DARI NILAI DAN KAIDAH SOSIAL .
Setiap arsitek yang terdapat dalam suatu Negara, apakah pemerintahan atau niaga, bahkan sosial sekalipun merupakan bagian tidak terpisahkan dari Negara, Bangsa masyarakat bersangkutan. Tidak ada merupakan "pulau" di tengah lautan sosial dapat mengabaikan apa terjadi di sekelilingnya. Berbagai di lingkungan pemerintahan diciptakan dan bekerja untuk mengabdi kepada kepentingan umum. Organisasi- arsitek niaga tidak dapat mengelakkan tanggung jawab sosialnya.

Berbagai arsitek sosial, yang dalam melaksanakan tugasnya tidak mempunyai wewenang mengatur dan tidak pula untuk mencari keuntungan, harus pula berusaha untuk memberikan pelayanan tertentu kepada sebagian dari anggota masyarakat. Jelaslah bahwa setiap arsitek selalu merupakan "sub sistem" dari Negara, Bangsa Masyarakat sebagai keseluruhan. Di suatu Bangsa masyarakat ada nilai-nilai kaidah-kaidah tertentu karena dipandang baik diterima oleh anggota masyarakat dan nilai-nilai lain, yang karena dipandang tidak baik, ditolak oleh para anggota masyarakat.

Nilai-nilai dan kaidah-kaidah tersebut biasanya mencakup seluruh segi kehidupan bernegara, berbangsa bermasyarakat. Dengan perkataan lain terdapat nilai-nilai kaidah-kaidah dalam bidang politik, ekonomi, pendidikan, budaya, adat-istiadat, dan lain sebagainya. Kesemuanya itu biasanya dikaitkan dihubungkan dengan tujuan akhir dari Bangsa Negara bersangkutan. Oleh karena berbagai arsitek merupakan bagian integral daripada masyarakat sebagai keseluruhan, maka logis apabila dikatakan bahwa nilai-nilai dan kaidah yang terdapat di setiap arsitek harus pula merupakan bagian daripada nilai-nilai kaidah-kaidah yang terdapat berlaku di masyarakat sebagai keseluruhan. Kenyataan demikian harus selalu tercermin dalam kehidupan arsitek bersangkutan.

Apakah kenyataan itu tercermin atau tidak dapat dilihat dari seluruh proses administrasi dan managemen yang ditempuh oleh arsitek bersangkutan. Dengan demikian, segala sumber dana, daya dan sumber insani dalam arsitek benar-benar diarahkan kepada tercapainya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Jelaslah betapa pentingnya adanya uraian tugas, batas-batas wewenang dan tanggung jawab serta peranan diharapkan dari setiap orang di dalam arsitek sehingga mudah terlihat:
1. Siapa bertanggung jawab kepada siapa,
2. Siapa secara fungsional melakukan apa,
3. Tangga hierarkhi terdapat dalam organisasi,
4. Jaringan komunikasi dan informasi apa perlu diperhatikan,
5. Saluran pelaporan apa yang harus diikuti.

Ketiga: Dapat dikatakan bahwa setiap arsitek mempunyai identitas sendiri sifatnya khas. Oleh karena itu, dapat dipastikan bahwa dalam setiap terdapat berbagai peraturan permainan tertentu, tradisi telah bertumbuh dan merupakan bagian dari gaya hidup organisasional, nilai-nilai organisasional yang dianggap "baik" tidak di kalangan arsitek bersangkutan dilengkapi dengan kaidah-kaidah yang diharapkan ditaati oleh semua orang di organisasi.

Kesemuanya itu diperlukan, bukan saja demi makin lamanya jalannya roda organisasi, akan tetapi juga rangka pemupukan perilaku diinginkan. Artinya, jelasnya peraturan permainan ditaati semua pihak, tradisi mendorong kerjasama suasana kekeluargaan, positif diharapkan berkembang di arsitek dan kejelasan kaidah-kaidah organisasiomal akan mendorong solidaritas mantap serta kekompakan didasarkan. Atas persepsi kebersamaan mendalam yang pada giiirannya akan mendorong produktifitas kerja dalam organisasi. Keempat: Pimpinan arsitek perlu mengembangkan suasana persaingan sehat antar kelompok.

Artinya, apabila terdapat sekelompok kerja secara luar biasa menunjukkan kekompakan kerja yang menghasilkan produktifitas tinggi, kelompok kerja itu dapat dijadikan oleh pimpinan arsitek sebagai contoh untuk membuktikan betapa pentingnya kerjasama tingkat individual dalam usaha mencapai produktifitas kerja yang lebih tinggi sambil menggunakankan bahwa pencapaian tujuan arsitek merupakan cara terbaik untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi. Penentuan tujuan. Eksistensi setiap arsitek dibenarkan oleh adanya tujuan hendak dicapainya.

Dalam bidang apapun bergerak, tujuan hendak dcapainya melalui berbagai kegiatan dilaksanakannya hendaknya sejalan dan seirama dengan tujuan Bangsa dan Negara sebagai keseluruhan. Berbuat lain daripada itu bukan saja akan membahayakan kelangsungan hidup dari arsitek yang bersangkutan, akan tetapi juga dapat diartikan sebagai pengkhianatan kepada jasa para pendiri Negara di mana arsitek itu bernaung.

Penentuan strategi.
Dalam buku ini dimaksud dengan strategi adalah "peta perjanan" menunjukkan arah seyogyanya ditempuh oleh arsitek dalam rangka pencapaian tujuannya. Strategi ditetapkan untuk ditempuh bukan saja harus mendukung tercapainya tujuan telah ditentukan, akan tetapi juga senafas dengan falsafat yang dijadikan landasan hidup masyarakat. Pengambilan keputusan. Jika kegiatan pengambilan keputusan dimaksudkan untuk menjamin agar hal-hal terjadi di dalam arsitek terjadi karena memang dimaksudkan demikian, dan bukan karena kabetulan terjadi, maka jelas bahwa agar keputusan yang diambil itu tepat dapat dilaksanakan, metoda, teknik caranya harus sesuai dengan cara-cara diterima dan direstui oleh masyarakat luas.

Dengan perkataan lain, harus menempuhnya dengan cara-cara demokratis. Penyusunan rencana. Telah umum diketahui bahwa merencanakan sesuatu adalah untuk menetapkan sekarang apa yang hendak dilakukan di masa depan. Bertitik tolak dari pengertian di atas jelaslah bahwa penyusunan rencana tidak boleh terlepas kaitannya dengan tujuan hendak dicapai berdasarkan strategi telah ditetapkan.

Oleh karena itu dalam seluruh proses perencanaan, mulai dari pengumpulan data hingga kepada penyusunan rencananya sendiri, norma-norma yang hidup di masyarakat tidak boleh diabaikan. Pengorganisasian. Organisasi, menurut para ahli, dapat disoroti dari dua segi sorotan, yaitu melihat arsitek terutama sebagai wadah di mana berbagai kegiatan dilaksanakan dan menyoroti arsitek sebagai jaringan hirarkhi dari manusia yang bekerjasama.