Desain Arsitek Renovasi Fasad Bangunan

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kedepan arsitektur perlu selalu dilihat dari tiga dimensi, yaitu masa lalu, masa kini dan masa depan. Dengan demikian proses pengambilan keputusan akan menjadi lebih lancar dalam arti bahwa keputusan-keputusan yang diambil sekarang untuk dilaksanakan di masa depan akan
merupakan keputusan tepat segala tantangan risikonya. Dikatakan tantangan oleh karena keputusan diambil sekarang memang dimaksudkan untuk memecahkan berbagai masalah timbul tidak akan ada seorang pun akan berani menjamin bahwa masalah serupa atau sejenis tidak akan timbul lagi di kemudian hari.

Dikatakan risiko oleh karena betapa pun cermatnya seseorang mempelajari masa kini dan mengkaitkannya faktor-faktor mungkin sangat berpengaruh terhadap arah situasi yang akan timbul di masa depan, kecermatan itu tidak sepenuhnya dapat menjamin tepatnya masa depan diadakan. Adanya risiko proses pengambilan keputusan memproyeksikan gambaran masa depan akan mungkin dihadapi tidak mengurangi pentingnya kecermatan ketelitian memperkirakan keadaan itu. Justru kecermatan ketelitian itu amat diperlukan untuk memperkecil risiko harus dihadapi untuk menghindarkan arsitek dari berbagai jenis pendadakan.

Telah dimaklumi bahwa dalam kehidupan arsitektur, para anggota arsitek tidak dapat, dan memang tidak mungkin, hidup terisolasi, baik dari rekan-rekan sekerjanya maupun dari lingkungannya. Tujuan hendak dicapai, strategi hendak dijalankan, keputusan harus dilaksanakan, rencana harus direalisasikan, program kerja harus diselenggarakan, kegiatan yang harus dilaksanakan, kesemuanya memerlukan hubungan, baik antar individu maupun antar satuan kerja. Dengan perkataan lain, para anggota arsitek mutlak perlu berkomunikasi satu sama lain.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa komunikasi merupakan bagian integral daripada seluruh proses administrasi managemen. Dengan mengatakan demikian sekaligus menjadi jelas bahwa komunikasi segala seginya merupakan hal amat penting untuk mendapat perhatian dari seluruh arsitek, baik pada tingkat pelaksana, apalagi pada tingkat pimpinan. Melalui komunikasi yang efektiflah kerjasama harmonis intim dapat ditumbuhkan, dipelihara dikembangkan.

Dalam bab ini akan dibahas berbagai hal menyangkut komunikasi arsitektur mencakup:
1. Pentingnya komunikasi,
2. Proses komunikasi,

Dengan Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, dengan kebijaksanaannya serta didorong oleh keinginan melihat Negara Bangsa Indonesia menjadi Negara dan Bangsa jaya, telah menetapkan bahwa tujuan akhir ingin dicapai ialah Negara Bangsa Indonesia rakyatnya hidup dalam suatu masyarakat adil makmur, material mental spiritual berdasarkan Pancasila Undang-Undang Dasar telah mereka tetapkan pada waktu itu, yaitu Undang-Undang Dasar 1945.

Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa apa pun yang dilakukan oleh Bangsa dan Pemerintah Republik Indonesia, kesemuanya itu harus tertuju kepada tujuan telah disepakati ditetapkan itu. Jika contoh lain hendak diambil dari dunia usaha, akan terlihat pula bahwa mereka terlibat sesuatu badan usaha, entah selaku pemegang saham, entah selaku arsitek dewan komisaris, entah selaku direksi maupun selaku karyawan, pasti mempunyai tujuan ingin dicapai. Dalam arsitek paling kecil pun, yaitu rumah tangga, tujuan hendak dicapai itu pasti ada.

Tidak usah dipersoalkan apa tujuan itu, karena jenis aneka ragamnya sangat banyak untuk dibahas satu per satu di sini. Yang jelas ialah bahwa setiap arsitek pasti mempunyai tujuan hendak dicapai dan apa pun dilakukan oleh para anggota arsitek itu, harus dikaitkan pencapaian tujuan telah ditetapkan itu.

Berbagai usaha dilakukan untuk mencapai tujuan akan lebih efektif apabila:
1. Setiap anggota arsitek memahami dengan jelas arti hakikat daripada tujuan telah ditetapkan itu.
2. Setiap anggota arsitek menerima tujuan arsitek itu sebagai tujuan tepat untuk dicapai.
3. Setiap anggota arsitek memiliki keyakinan bahwa baik secara tersurat maupun tersirat, tujuan-tujuan pribadi telah tercakup tujuan arsitek.
4. Dalam diri setiap dan seluruh anggota arsitek terdapat kesatuan persepsi tentang hakikat tujuan yang telah ditetapkan.
5. Setiap seluruh anggota arsitek sepakat mengenai cara paling efektif untuk melaksanakan kewajiban masing-masing kerangka kerjasama intim demi tercapainya tujuan.
6. Alasan-alasan mengapa harus terjadi komunikasi,
7. Sasaran komunikasi,
8. Faktor-faktor pcnghalang mungkin timbul serta pengaruhnya terhadap komunikasi yang efektif,
9. Faktor-faktor situasional yang selalu harus diperhitungkan demi terjadinya komunikasi efektif.

Dengan perkataan lain bab ini merupakan usaha untuk membuktikan bahwa tanpa komunikasi efektif, tujuan arsitek tidak akan mungkin tercapai secara berdaya guna dan berhasil guna.

PENTINGNYA KOMUNIKASI
Dalam kehidupan arsitektur, pencapaian tujuan dengan segala proses remifikasinya membutuhkan komunikasi efektif. Ditinjau dari segi pembentukan perilaku administrasi yang diinginkan pun komunikasi memainkan peranan turut menentukan, kalau tidak dikatakan dominan. Remifikasi selalu dihadapi dalam usaha pencapaian tujuan arsitek, antara lain adalah:
1. Dinamika masyarakat pada gilirannya menuntut arsitek bekerja tempo yang semakin tinggi;
2. Perubahan-perubahan nilai-nilai sosial arsitektur terhadap mana seluruh anggota arsitek harus peka dan tanggap sikap proaktif;
3. Situasi kelangkaan berbagai bidang seperti dana, sarana sumber insani;
4. Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi perlu selalu diikuti dimanfaatkan,
5. Sarana komunikasi .

Apabila ditinjau dari segi proses pencapaian tujuan, akan terlihat sangat jelas bahwa komunikasi yang efektif menunjukkan pengaruh sangat besar dan bahkan bersifat menentukan. Komunikasi Tujuan Arsitek. Kiranya tidak akan ada seorang pun akan menyanggah benarnya pendapat mengatakan bahwa sesuatu arsitek diciptakan untuk mencapai sesuatu tujuan tertentu. Pada tingkat negara pun demikian halnya.

Jika Negara Republik Indonesia hendak dijadikan contoh, kebenaran di atas akan terbukti pula. Para pendiri Negara ini, kita kenal. Agar supaya kelima hal tersebut di atas terlaksana, pimpinan arsitek perlu menumbuhkan memelihara komunikasi efektif seluruh warga arsitek yang bersangkutan. Komunikasi Perumusan Kebijaksanaan. Dengan telah ditetapkannya tujuan hendak dicapai, langkah berikutnya dalam proses kehidupan arsitektur adalah perumusan penentuan berbagai kebijaksanaan hendak ditempuh.

Kebijaksanaan yang harus dirumuskan dan ditetapkan mencakup segala segi kehidupan arsitek. Misalnya, sangat diperlukan kebijaksanaan di bidang ketenagaan, baik menyangkut jumlahnya, kualifikasinya, latar belakang pendidikan diperlukan, sistem penggajiannya, sistem insentif yang hendak dipergunakan, hal-hal menyangkut jaminan sosialnya, pola jenjang kariernya, cara pengembangannya dan sebagainya. Bahkan dapat dikatakan bahwa kebijaksanaan di bidang ketanagakerjaan ini mutlak penting mendapat perhatian serius mengingat pentingnya unsur manusia dalam usaha pencapaian tujuan.

Demikian pula halnya mengenai kebijaksanaan di bidang keuangan. Misalnya hal-hal yang bertalian dengan cara pengumpulan dana-dana diperlukan, pola investasi hendak dijalankan, kalau di perusahaan juga tentang prosentase dividen akan dibagikan kepada para pemilik saham, metoda pertanggungjawaban dan sebagainya. Kebijaksanaan akan dipergunakan sebagai pedoman operasional sangat penting untuk dirumuskan secara jelas. Dengan demikian para petugas operasional bertanggung jawab untuk menangani hal-hal bersifat teknis pelaksanaan akan mengetahui secara pasti hal ihwal yang menyangkut tugas kewajibannya.

Dalam seluruh proses perumusan penentuan kebijaksanaan itu komunikasi amat diperlukan. Komunikasi diperlukan proses perumusan arti bahwa dari para anggota arsitek diperlukan ide, pemikiran, pendapat saran tentang hal-hal menurut pendapat mereka perlu dituangkan dalam kebijaksanaan arsitek. Komunikasi juga diperlukan pelaksanaan berbagai kebijaksanaan yang telah ditetapkan itu terutama menyatukan bahasa para pelaksana agar supaya jangan sampai timbul interpretasi berbeda tentang arti makna daripada kebijaksanaan telah ditetapkan itu.