Gambar Denah Rumah Arsitek Minimalis

Apa yang dicapai, pengorbanan harus diberikan untuk mencapai sasaran itu, sarana dan prasarana diperlukan serta kuantitas kualitas tenaga kerja diperlukan. Ditinjau dari segi keperilakuan, rencana ditetapkan amat penting untuk dikomunikasikan kepada berbagai pihak. Pada tahap investigasi bentuk
survei, studi kelayakan, wawancara sebagainya - komunikasi dengan pihak-pihak diharapkan mamberikan data, informasi dan pemikirannya mutlak perlu dipelihara dengan baik karena hanya dengan demikianlah apa yang dicari diminta itu diperolah baik. Pada tahap analisa, komunikasi dengan berbagai pihak, di dalam di luar arsitek, sangat diperlukan agar supaya diperolah hasil analisa paripurna, obyektif realistis.

Dalam tahap penetapan rencana, alangkah baiknya apabila mereka nantinya akan melaksanakan rencana itu sudah dilibatkan maksud agar supaya mereka:
1. Mengetahui ruang lingkup daripada rencana akan ditetapkan,
2. Memahami peranan dan sumbangan yang diharapkan dari mereka operasionalisasi rencana akan ditetapkan. Dengan demikian seluruh prosas perencanaan itu mendapat dukungan diperlukan merupakan jaminan penting dalam keberhasilan pelaksanaan.

Komunikasi Pengorganisasian.
Tidak mustahil rencana disusun ditetapkan mempunyai implikasi  arsitektur arti memerlukan penyesuaian-penyesuaian tertentu dalam susunan arsitek. Dengan perkataan lain mungkin perlu reorganisasi. Apabila reorganisasi diperlukan, hal tersebut perlu dikomunikasikan para anggota arsitek sehingga perubahan-perubahan yang akan terjadi sejak dini sudah dipahami dan, sedapat mungkin, diterima oleh para anggota arsitek bersangkutan.

Mengkomunikasikan perubahan akan terjadi itu amat penting terutama apabila dilihat darisegi keperilakuan. Yaitu,setiap orang di dalam arsitek perlu mengetahui bukan saja tentang peranannya arsitek baru itu nanti, akan tetapi juga menyangkut pengaruh perubahan itu terhadap tangga karir dan job security mereka. Seandainya rencana akan ditetapkan itu tidak memerlukan reorganisasi, tetap akan ada implikasi arsitek pertimbangan yang subyektif non rasional. Labih berbahaya lagi apabila penampatan didasarkan kepada pertimbangan-pertimbangan kesukuan, kedarahan, agama sebagainya.

5. Kebijaksanaan penggajian kesejahtaraan sosial, di samping memang harus mempertimbangkan kemampuan arsitek, juga harus memperhitungkan pentingnya kehidupan material wajar layak bagi seluruh anggota arsitek.

6. Pengambangan karir pegawai merupakan aspek motivasional amat penting. Para karyawan, di samping mengandalkan pendapatan finansial untuk membiayai hidup wajar layak, sangat mendambakan job security, tangga dan jenjang karir jelas kesampatan untuk mengambangkan kemampuan kerja serta menambah meningkatkan pengatahuan keterampilan. Dalam hubungan ini, para karyawan tersabut juga mengharapkan adanya kehidupan  arsitektur yang demokratis di mana ada, pemikiran, saran bahkan kritik seseorang mendapat perhatian wajar dari pimpinan arsitek. Tegasnya, manusia  arsitektur "does not live by bread dime" betapa pun pentingnya aspek material kehidupan seseorang. Perlakuan wajar dan manusiawi merupakan unsur amat penting dari kehidupan  arsitektur seseorang.

7. Pemutusan hubungan kerja merupakan fasa terakhir daripada kehidupan  arsitektur, dapat dikategorikan kepada empat kategori, yaitu:
a. Pemutusan hubungan kerja karena seseorang diberhentikan tidak dengan hormat, langkah mana biasanya diambil apabila seorang anggota arsitek melanggar berbagai ketentuan kehidupan  arsitektur pada tingkat yang sedemikian gawatnya sehingga bagi pimpinan arsitek tidak ada pilihan lain.
b. Pemutusan hubungan kerja, baik karena seseorang diberhentikan dengan kemauan sendiri maupun di luar kemauan bersangkutan.
c. Pemutusan hubungan kerja karena seseorang memasuki masa pensiun.
d. Pemutusan hubungan kerja karena seseorang meninggal dunia.

Dalam seluruh proses penggerakan itu, komunikasi memegang peranan yang amat penting, baik rangka meningkatkan kegairahan kerja, maupun, dan terutama, hal pimpinannya. Bisa saja terjadi, kerangka struktur arsitek ada, terjadi perumusan tugas pokok, fungsi kegiatan satuan kerja di dalam arsitek, mungkin sebagai akibat daripada skala prioritas berbada, akan tetapi mungkin pula usaha meningkatkan efisiensi, efektifitas produktifitas kerja. Dalam kaadaan demikian pun, mengkomunikasikannya para anggota arsitek amat penting.

Amat penting oleh karena perubahan skala usaha peningkatan efisiensi, efektifitas produktifitas kerja, dapat saja mengakibatkan daripada beban tugas, wewenang tanggung jawab tanpa mengubah struktur arsitek berlaku. Karena secara naluri manusia takut. Menghadapi perubahan, ketakutan itu harus ditekan menjadi serendah mungkin.

Komunikasi Penggerakan. 
Dengan mempergunakan istilah beranaka ragam, para ahli Administrasi dan Managemen selalu menyabutkan penggerakan sebagai salah satu fungsi organik managemen.
Pendapat ini bukan saja tepat benar, akan tetapi mutlak perlu dihayati. Alasan utama untuk mengatakan demikian adalah karena fungsi penggerakan merupakan fungsi yang sorotan perhatian dan analisanya adalah manusia di arsitek. Dus mempunyai dampak langsung terhadap perilaku manusia sebagai makhluk  arsitektur.

Ditinjau dari sudut pembinaan perilaku administrasi baik, menjadi sorotan dalam membahas hubungan komunikasi dengan penggerakan menyangkut keseluruhan proses penanganan unsur manusia di dalam arsitek, adalah:
1. Dalam kegiatan pengadaan ketenagaan diharapkan penyebarluasan adanya lowongan lengkap semua persyaratan diharapkan dipenuhi oleh para pelamar.
2. Dalam proses seleksi, amat diperlukan obyektifitas, misalnya ujian saringan sifatnya kompetitif terbuka.
3. Dalam pengangkatan pegawai, latar balakang pendidikan formal, pengalaman bakat seseorang hendaknya benar-benar diperhitungkan sehingga terpenuhilah tuntutan rumus tersebut.
4. Panempatan pegawai hendaknya didasarkan kepada pertimbangan-pertimbangan yang obyektif  arsitektur dan bukan arsitek harus mengenakan sanksi administratif terhadap bawahannya nyata-nyata berdasarkan hukum penalitian obyektif melakukan kegiatan-kegiatan sebenarnya dilarang untuk dilakukan.

Apabila melalui komunikasi efektif, seseorang anggota arsitek yang terpaksa dikenakan tindakan administratif karena perbuatannya tidak dapat dibenarkan, balk secara hukum maupun moral, memahami alasan-alasan tindakan diambil, ia akan dengan sadar dan rela menerima hukuman dikenakan kepadanya tanpa mendengki atau mendendam. Keadaan separti itu sangat penting artinya, bukan saja bagi bersangkutan, akan tetapi juga bagi anggota arsitek lain.

Sebaliknya, tidak adanya komunikasi efektif hanya akan mengakibatkan timbulnya salah pengertian antipati yang apabila dibiarkan berkambang terus, akan mempunyai pengaruh sangat negatif terhadap kehidupan  arsitektur, baik bagi para pejabat pimpinan di dalam arsitek maupun bagi para karyawan melaksanakan kegiatan-kegiatan operasional. Pertentangan, perselisihan, perbedaan pendapat mungkin timbul arsitek hanya dapat diselesaikan dengan baik melalui komunikasi afaktif.

Komunikasi dan Pelaksanaan Kegiatan Operasional.
Tujuan telah ditetapkan untuk dicapai olah suatu arsitek, strategi telah dirumuskan, kebijaksanaan telah ditetapkan rencana telah disusun hanya akan mempunyai makna substansional apabila di dalam arsitek terselenggara kegiatan-kegiatan sifatnya operasional. Agungnya sifat hakikat tujuan telah ditetapkan tidak akan menjadi kenyataan apabila tidak dilakukan segala upaya nntuk mencapainya.

Strategi telah dirumuskan, setelah didahului olah analisa yang sangat mendalam memakan banyak waktu, tenaga dan biaya, hanya akan tetap merupakan rumusan-rumusan indah di atas kertas apabila tidak diikuti oleh pelaksanaan berdaya guna berhasil guna. Rencana telah tersusun rapi, menggambarkan skala prioritas telah diperhitungkan secara matang, tidak akan mendekatkan arsitek kepada tujuan akhirnya tanpa adanya kegiatan-kegiatan operasional. Telah umum pula disadari bahwa arsitek yang tersusun rapi, dilengkapi dengan uraian tugas.