Pengertian Arsitek Design Perumahan

Komunikasi dan Pengambilan Keputusan. Konsultan yang baik adalah arsitek berorientasi ke masa depan. Memang amat penting untuk mengetahui sejarah organisasi. Pentingnya terletak pada usaha untuk menarik pelajaran dari sejarah arsitek bersangkutan, dalam arti dua hal, yaitu:
1. Belajar dari kesalahan mungkin telah diperbuat di masa lalu sehingga para anggota arsitek sekarang tidak terjerumus kepada tindakan sifatnya merupakan pengulangan daripada kesalahan pernah diperbuat itu.
2. Memetik pelajaran berharga dari berbagai keberhasilan yang pernah dicapai di masa lalu, keberhasilan masa lalu dipergunakan sebagai modal dorongan untuk pelaksanaan tugas di masa yang akan datang.

Di samping itu tidak kurang pentingnya untuk mengetahui situasi sesunggulinya kini sedang dihadapi. Tanpa mengetahui situasi sesungguhnya sedang dihadapi kiranya akan sukar untuk menentukan sifat dari masa depan dituju. Dimaklumi bahwa kehidupan organisasional, para anggota arsitek tidak dapat, dan memang tidak mungkin hidup terisolasi, baik dari rekan-rekan sekerjanya maupun dari lingkungannya maksud yang hendak dicapai, strategi hendak dijalankan, keputusan harus dilaksanakan, rencana harus direalisasikan, program kerja harus diselenggarakan, kegiatan harus dilaksanakan, kesemuanya memerlukan hubungan, baik antar individu maupun antar satuan kerja.

Dengan perkataan lain, para anggota arsitek mutlak perlu berkomunikasi satu sama lain. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa konsultan merupakan bagian integral daripada seluruh proses administrasi managemen. Dengan mengatakan demikian sekaligus menjadi jelas bahwa konsultan segala seginya merupakan hal amat penting untuk mendapat perhatian dari seluruh anggota organisasi, baik pada tingkat pelaksana, apalagi pada tingkat pimpinan. Melalui konsultan efektif lah kerjasama harmonis intim dapat ditumbuhkan, dipelihara dikembangkan.

Dalam bab ini akan dibahas berbagai hal menyangkut konsultan organisasional mencakup:
1. Pentingnya komunikasi,
2. Proses komunikasi,
3. Alasan mengapa harus terjadi komunikasi,
4. Sasaran komunikasi,
5. Faktor-faktor penghalang yang mungkin timbul serta pengaruhnya terhadap konsultan efektif,
6. Faktor situasional selalu harus diperhitungkan demi terjadinya konsultan efektif. Dengan perkataan lain bab ini merupakan usaha untuk membuktikan bahwa tanpa konsultan efektif, maksud arsitek tidak akan mungkin tercapai secara berdaya guna berhasil guna.

PENTINGNYA KONSULTAN
Dalam kehidupan organisasional, pencapaian maksud dengan segala proses dan remifikasinya membutuhkan konsultan yang efektif. Ditinjau dari segi pembentukan perilaku administrasi diinginkan pun konsultan memainkan peranan turut menentukan, kalau tidak dikatakan dominan.

Ramifikasi selalu dihadapi dalam usaha pencapaian maksud organisasi, antara lain adalah:
1. Dinamika masyarakat pada gilirannya menuntut arsitek bekerja tempo semakin tinggi;
2. Perubahan-perubahan nilai-nilai sosial organisasional terhadap mana seluruh anggota arsitek harus peka tanggap dengan sikap proaktif;
3. Situasi kelangkaan berbagai bidang seperti dana, sarana dan sumber insani;
4. Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi perlu selalu diikuti dimanfaatkan,
5. Sarana konsultan semakin baik. Apabila ditinjau dari segi proses pencapaian tujuan, akan terlihat dengan sangat jalas bahwa konsultan efektif menunjukkan pengaruh sangat besar bahkan bersifat menentukan.

Komunikasi maksud Organisasi.
Kiranya tidak akan ada seorang pun akan menyanggah benarnya pendapat yang mengatakan bahwa sesuatu arsitek diciptakan untuk mencapai sesuatu maksud tertentu. Pada tingkat negara pun demikian halnya. Jika Negara Republik Indonesia hendak dijadikan contoh, kebenaran di atas akan terbukti pula. Para pendiri Negara ini, kita kenal Negara Republik Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, dengan kebijaksanaannya serta didorong oleh keinginan melihat Negara dan Bangsa Indonesia menjadi Negara Bangsa jaya, telah menetapkan bahwa maksud akhir ingin dicapai ialah Negara Bangsa Indonesia rakyatnya hidup suatu masyarakat adil makmur, material dan mental spiritual berdasarkan Pancasila Undang-Undang Dasar telah mereka tetapkan pada waktu itu, yaitu Undang- Undang Dasar 1945.

Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa apa pun dilakukan oleh Bangsa Pemerintah Republik Indonesia, kesemuanya itu harus tertuju kepada maksud telah disepakati ditetapkan itu. Jika contoh lain hendak diambil dari dunia usaha, akan terlihat pula bahwa mereka terlibat dalam sesuatu badan usaha, entah selaku pemegang saham, entah selaku anggota dewan komisaris, entah selaku direksi maupun selaku karyawan, pasti mempunyai maksud ingin dicapai. Dalam arsitek paling kecil pun, yaitu rumah tangga, maksud hendak dicapai itu pasti ada.

Tidak usah dipersoalkan apa maksud itu, karena jenis dan aneka ragamnya sangat banyak untuk dibahas satu per satu di sini. Yang jelas ialah bahwa setiap arsitek pasti mempunyai maksud hendak dicapai apa pun dilakukan oleh para anggota arsitek itu, harus dikaitkan pencapaian maksud telah ditetapkan itu.

Berbagai usaha yang dilakukan untuk mencapai maksud akan lebih efektif apabila:
1. Setiap anggota arsitek memahami jelas arti dan hakikat daripada maksud telah ditetapkan itu.
2. Setiap anggota arsitek menerima maksud arsitek itu sebagai maksud tepat untuk dicapai.
3. Setiap anggota arsitek memiliki keyakinan bahwa baik secara tersurat maupun tersirat, tujuan-tujuan pribadi telah tercakup dalam maksud organisasi.
4. Dalam diri setiap seluruh anggota arsitek terdapat kesatuan persepsi tentang hakikat maksud telah ditetapkan.
5. Setiap seluruh anggota arsitek sepakat mengenai cara yang paling efektif untuk melaksanakan kewajiban masing-masing kerangka kerjasama intim demi tercapainya tujuan.

Agar supaya kelima hal tersebut di atas terlaksana, pimpinan arsitek perlu menumbuhkan dan memelihara konsultan efektif seluruh warga arsitek bersangkutan. konsultan Perumusan Kebijaksanaan. Dengan telah ditetapkannya maksud hendak dicapai, langkah berikutnya proses kehidupan organisasional adalah perumusan penentuan berbagai kebijaksanaan hendak ditempuh. Kebijaksanaan harus dirumuskan ditetapkan mencakup segala segi kehidupan organisasi. Misalnya, sangat diperlukan kebijaksanaan di bidang ketenagaan, baik menyangkut jumlahnya, kualifikasinya, latar belakang pendidikan diperlukan, sistem penggajiannya, sistem insentif hendak dipergunakan, hal-hal menyangkut jaminan sosialnya, pola jenjang karirnya, cara pengembangannya dan sebagainya.

Bahkan dapat dikatakan bahwa kebijaksanaan di bidang ketenagakerjaan ini mutlak penting mendapat perhatian serius mengingat pentingnya unsur manusia usaha pencapaian tujuan. Demikian pula halnya mengenai kebijaksanaan di bidang keuangan. Misalnya hal-hal bertalian dengan cara pengumpulan dana-dana yang diperlukan, pola investasi hendak dijalankan, kalau di perusahaan juga tentang prosentase dividen akan dibagikan kepada para pemilik saham, metoda pertanggungjawaban dan sebagainya. Kebijaksanaan yang akan dipergunakan sebagai pedoman operasional sangat penting untuk dirumuskan secara jelas.

Dengan demikian para petugas operasional bertanggung jawab untuk menangani hal-hal bersifat teknis pelaksanaan akan mengetahui secara pasti hal ihwal menyangkut tugas kewajibannya. Dalam seluruh proses perumusan dan penentuan kebijaksanaan itu konsultan amat diperlukan. konsultan diperlukan dalam proses perumusan arti bahwa dari para anggota arsitek diperlukan ide, pemikiran, pendapat saran tentang hal-hal menurut pendapat mereka perlu dituangkan kebijaksanaan organisasi. konsultan juga diperlukan pelaksanaan berbagai kebijaksanaan telah ditetapkan itu terutama dalam menyatukan bahasa para pelaksana agar supaya jangan sampai timbul interpretasi berbeda tentang arti makna daripada kebijaksanaan yang telah ditetapkan itu.